Penemuan Serangga Giant Weta Dalam Kategori Spesies Serangga Terbesar di Dunia


Giant Weta
ALAM PEDIA – Banyak orang yang mengetahui serangga adalah hewan yang menjijikkan, bertubuh kecil dan juga menyeramkan. Mungkin hal itu bisa saja benar bagi yang tidak menyukai serangga. Memang bagi sebagian besar orang akan menganggap bahwa serangga merupakan hewan yang diidentikkan sebagai hewan yang tidak bertubuh besar. Atau dengan kata lain bisa dikatakan serangga pada umumnya adalah hewan yang bertubuh kecil. Namun bagi para pecinta serangga, hewan jenis ini memiliki daya tarik tersendiri. Apalagi diperkirakan bahwa masih ada jenis-jenis hewan termasuk serangga yang belum ditemukan, sehingga hal ini menimbulkan rasa keinginan tahuan yang kuat untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.

Mark adalah seorang pecinta serangga, ia mengungkapkan bahwa ia dan dua rekannya memang sengaja menjelajahi pulau-pulau di Selandia Baru untuk menemukan serangga spesies baru. Setelah beberapa jam tanpa hasil, Mark dan kedua temannya melihat Weta sedang berada di sebuah pohon. Saat ia menemukan dan menangkap Weta tersebut, Mark sempat memberinya makan dengan sebuah wortel. Menurut Mark, serangga itu dengan santainya memakan wortel dari tangannya tanpa peduli akan kehadiran manusia. Nah, apakah serangga Weta itu? Untuk lebih jelasnya mari kita telusuri lebih lanjut.

Giant Weta atau yang disebut juga dengan Wetapunga, merupakan spesies hewan endemik dari Selandia Baru. Nama genus spesies ini adalah Deinacrida (bahasa Yunani untuk "belalang sengit"). Sekarang ada sekitar 100 spesies weta, yang dibagi menjadi lima kelompok utama, yaitu raksasa, pohon, gua, tusked, dan tanah. Spesies terbesar adalah dari weta raksasa, dimana ia bisa tumbuh hingga mencapai panjang 82 mm, yang ditemukan di Pulau Little Barrier di Teluk Hauraki. Satu weta raksasa betina yang hamil dapat mencapai berat hingga 71 gram, ini lebih berat daripada burung pipit. Weta memiliki kepala besar dan ngengat kecil dengan rahang yang kuat dan ia memiliki antena dua kali panjang tubuhnya.

Karena Weta raksasa lambat dan terlalu berat untuk melompat, ia pun menjadi mangsa yang mudah bagi predator seperti kucing, tikus , musang, cerpelai dan landak. Namun weta mampu beradaptasi dengan habitat yang dimodifikasi, dan dapat bertahan di ekosistem yang jauh lebih sulit dibanding hewan langka yang terancam lainnya. Proses perkembang-biakkannya adalah dengan memilih pasangan dan berbagi wilayahnya selama sekitar enam bulan, betina meletakkan telur sebanyak 100-300 butir, dan telur akan menetas setelah satu sampai empat bulan kemudian, tergantung pada kondisi, seperti tanah di sekitar telur harus hangat.

Weta dapat terlihat garang, dan ketika terancam ia akan melompat dengan kekuatan dari kaki belakangnya, dan Weta hanya akan menggigit ketika ia berada langsung di bawah ancaman. Weta dapat ditemukan di tempat-tempat yang berbeda, di pohon, di tanah ataupun di bawah batu. Mereka aktif di malam hari dan bersembunyi untuk perlindungan di siang hari, dan spesies Giant Weta cenderung kurang bersosialisasi dengan sesamanya dan lebih pasif daripada jenis spesies Weta lainnya. PADI WEB/Edi Sucipto-Iqbal Fadillah/09-14. Foto dikutip dari: www.ecuadortimes.net

~ Ditulis Oleh Tim Padi Web ~

Anda telah membaca sebuah artikel yang berjudul : Penemuan Serangga Giant Weta Dalam Kategori Spesies Serangga Terbesar di Dunia. Semoga artikel tersebut dapat bermanfaat untuk anda. Kami mohon maaf apabila konten yang anda baca memiliki suatu kecacatan ataupun salah dalam hal penulisan. Jika ada pertanyaan, kritik, maupun saran yang ingin disampaikan, silahkan anda hubungi kami dihalaman Kontak Kami, atau juga dengan menuliskannya di kotak komentar berikut.
"Terimakasih. (^_^)b"
https://alampedia.blogspot.com/2014/09/giant-weta-salah-satu-spesies-serangga.html Review: Oleh: alampedia.blogspot.com Penemuan Serangga Giant Weta Dalam Kategori Spesies Serangga Terbesar di Dunia Pada: Padi Web Rating: 8.5 / 10
Giant Weta
ALAM PEDIA – Banyak orang yang mengetahui serangga adalah hewan yang menjijikkan, bertubuh kecil dan juga menyeramkan. Mungkin hal itu bisa saja benar bagi yang tidak menyukai serangga. Memang bagi sebagian besar orang akan menganggap bahwa serangga merupakan hewan yang diidentikkan sebagai hewan yang tidak bertubuh besar. Atau dengan kata lain bisa dikatakan serangga pada umumnya adalah hewan yang bertubuh kecil. Namun bagi para pecinta serangga, hewan jenis ini memiliki daya tarik tersendiri. Apalagi diperkirakan bahwa masih ada jenis-jenis hewan termasuk serangga yang belum ditemukan, sehingga hal ini menimbulkan rasa keinginan tahuan yang kuat untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.

Mark adalah seorang pecinta serangga, ia mengungkapkan bahwa ia dan dua rekannya memang sengaja menjelajahi pulau-pulau di Selandia Baru untuk menemukan serangga spesies baru. Setelah beberapa jam tanpa hasil, Mark dan kedua temannya melihat Weta sedang berada di sebuah pohon. Saat ia menemukan dan menangkap Weta tersebut, Mark sempat memberinya makan dengan sebuah wortel. Menurut Mark, serangga itu dengan santainya memakan wortel dari tangannya tanpa peduli akan kehadiran manusia. Nah, apakah serangga Weta itu? Untuk lebih jelasnya mari kita telusuri lebih lanjut.

Giant Weta atau yang disebut juga dengan Wetapunga, merupakan spesies hewan endemik dari Selandia Baru. Nama genus spesies ini adalah Deinacrida (bahasa Yunani untuk "belalang sengit"). Sekarang ada sekitar 100 spesies weta, yang dibagi menjadi lima kelompok utama, yaitu raksasa, pohon, gua, tusked, dan tanah. Spesies terbesar adalah dari weta raksasa, dimana ia bisa tumbuh hingga mencapai panjang 82 mm, yang ditemukan di Pulau Little Barrier di Teluk Hauraki. Satu weta raksasa betina yang hamil dapat mencapai berat hingga 71 gram, ini lebih berat daripada burung pipit. Weta memiliki kepala besar dan ngengat kecil dengan rahang yang kuat dan ia memiliki antena dua kali panjang tubuhnya.

Karena Weta raksasa lambat dan terlalu berat untuk melompat, ia pun menjadi mangsa yang mudah bagi predator seperti kucing, tikus , musang, cerpelai dan landak. Namun weta mampu beradaptasi dengan habitat yang dimodifikasi, dan dapat bertahan di ekosistem yang jauh lebih sulit dibanding hewan langka yang terancam lainnya. Proses perkembang-biakkannya adalah dengan memilih pasangan dan berbagi wilayahnya selama sekitar enam bulan, betina meletakkan telur sebanyak 100-300 butir, dan telur akan menetas setelah satu sampai empat bulan kemudian, tergantung pada kondisi, seperti tanah di sekitar telur harus hangat.

Weta dapat terlihat garang, dan ketika terancam ia akan melompat dengan kekuatan dari kaki belakangnya, dan Weta hanya akan menggigit ketika ia berada langsung di bawah ancaman. Weta dapat ditemukan di tempat-tempat yang berbeda, di pohon, di tanah ataupun di bawah batu. Mereka aktif di malam hari dan bersembunyi untuk perlindungan di siang hari, dan spesies Giant Weta cenderung kurang bersosialisasi dengan sesamanya dan lebih pasif daripada jenis spesies Weta lainnya. PADI WEB/Edi Sucipto-Iqbal Fadillah/09-14. Foto dikutip dari: www.ecuadortimes.net

0 Respon untuk "Penemuan Serangga Giant Weta Dalam Kategori Spesies Serangga Terbesar di Dunia"



Padi Web Alam Pedia Alam Pedia Blog merupakan sebuah situs yang berisi informasi-informasi mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan alam, seperti tempat pariwisata, seni-budaya, hewan, tumbuhan maupun rangkuman dari berbagai hal unik-menarik yang berasal dari alam di seluruh dunia. Edi Sucipto itps.mail.id@gmail.com Website Twitter
Edi Sucipto Ahmad Fatih itps.mail.id@gmail.com Indonesia Sumatera Utara Medan Helvetia 20123 Gang Jawa Lr. Pribadi No. 24 B Programmer dan IT SupportPadi Web / Padi Soft