Daftar 5 Jenis Serangga Berbisa di Dunia


ALAM PEDIA -  Serangga merupakan salah satu spesies dari hewan invertebrata. Spesies ini memiliki banyak jenis hewan, seperti nyamuk, lalat, semut, lebah, kupu-kupu, ulat, kelabang dan lain-lain. Serangga pada umumnya adalah spesies hewan yang paling tidak disukai oleh banyak orang, meskipun beberapa diantaranya ada yang menyukai bahkan memeliharanya. Walaupun demikian, ada beberapa serangga yang memiliki peran penting dalam kehidupan seperti kupu-kupu yang membantu penyerbukan pada tanaman. Namun tahukah Anda bahwa ada beberapa jenis serangga yang sangat berbahaya karena memiliki bisa. Mungkin diantara kita jika berbicara bisa maka yang terlintas adalah hewan ular, akan tetapi ada beberapa jenis serangga yang ternyata juga sangat berbisa. Berikut ini akan dibahas tentang Daftar 5 Jenis Serangga Berbisa di Dunia versi ALAM PEDIA :

1. Ulat Lonomia Cartepillar
 Serangga Berbisa 
www.flickr.com

Ulat ini adalah spesies ngengat Saturniid dari Amerika Selatan. Ulat ini terkenal dengan bentuk larva dari ngengat dewasa, terutama karena mekanisme pertahanan ulat. Bagian yang paling berbahaya dari ulat ini terletak pada bulunya yang berbisa. Ulat ini telah ‘bertanggung jawab’ untuk beberapa kematian, terutama di Brazil selatan. Ulat ini juga bisa memberikan efek pendarahan termasuk pendarahan otak dan gagal ginjal atau mati karena Pendarahan yang besar.

Salah satu efek racun yang terjadi pada korban adalah sindroma pendarahan. Dengan menyentuh spesies ini saja sudah cukup untuk memulai perubahan inflamasi, diikuti dengan gejala sistemik seperti sakit kepala, demam, dan muntah. Setelah 24 jam, gangguan pendarahan hebat terjadi, kemudian menyebabkan pendarahan dan intracranial paru, dan gagal ginjal akut. Intinya, ulat ini merupakan jenis serangga paling berbisa di dunia. Namun kini racunnya juga menjadi subyek untuk banyak penelitian medis.


2. Lebah Pembunuh
 Serangga Berbisa 
lifeinthefastlane.com

Lebah ini juga sering disebut dengan Lebah Afrika. Lebah ini sejatinya adalah lebah madu yang merupakan jenis lebah hibrida yang dihasilkan dari perkawinan silang antara Lebah Afrika (Apis mellifera scutellata) dengan berbagai jenis lebah madu Eropa (seperti A. m. ligustica dan A. m. iberiensis). Lebah madu Afrikanisasi ini adalah jenis lebah penghasil madu yang paling produktif di antara jenis lebah madu lain.

lebah ini memperoleh gelarnya sebagai lebah pembunuh karena mereka sangat kejam dan akan menyerang manusia serta hewan yang tanpa sadar nyasar ke wilayah mereka, lebah ini memiliki ciri-ciri sifat mempertahankan wilayah yang sangat kuat, sehingga sering mengakibatkan cedera serius atau bahkan kematian. Lebah ini mudah sekali bereaksi terhadap gangguan, bahkan tidak perlu mengganggu sarang lebah ini untuk memulai terjadinya serangan, karena, lebah ini telah dikenal sering menanggapi dengan brutal terhadap kejadian yang kita anggap sebagai hal biasa, termasuk suara atau hanya berupa getaran dari kendaraan, peralatan dan pejalan kaki. Bahkan pernah terjadi kasus pada seorang kakek berusia 62 tahun asal Texas, meninggal setelah terkena serangan 40.000 lebah pembunuh.

Sebenarnya serangan racun lebah pembunuh tidaklah berbahaya, namun saat mereka diganggu, lebah Afrika ini cenderung mengejar sumber pengganggu tersebut dengan sangat konsisten dan dengan armada dalam jumlah yang besar.

3. Lalat Tsetse
 Serangga Berbisa 
www.beritasehat.net

Mungkin inilah salah satu penyebab mengapa hewan lalat harus di hindari dalam kehidupan sehari-hari. Lalat memang hewan yang menjadi sumber penyakit, hal ini disebabkan karena serangga ini merupakan jenis serangga yang jorok. Namun pernahkah anda mendengar ‘penyakit tidur’?. Penyakit tidur ini dapat disebarkan atau disebabkan oleh salah satu jenis lalat, yaitu Lalat Tsetse.  Lalat Tsetse adalah lalat yang berasal dari Afrika dan dikenal sebagai penyebar penyakit. Lalat ini membawa trypanosomes, yakni parasit hewan yang menyebabkan penyakit tidur pada manusia yang bisa berakibat fatal, serta ‘nagana’ atau penyakit mematikan pada ternak dan Kuda. Ada lebih dari 20 spesies Lalat Tsetse, beberapa darinya menyerang manusia.

Jika dilihat dari bentuk tubuhnya, Lalat Tsetse ini memang mirip dengan lalat rumahan yang sering dijumpai, akan  tetapi mereka tumbuh lebih besar dan sayapnya terlipat rata diatas punggungnya sehingga tidak tampak menonjol seperti sayap lalat rumahan. Kebanyakan Lalat Tsetse menghisap darah dari mamalia, tetapi beberapa jenis lainnya mengambil darah dari reptil dan burung. Seekor Lalat Tsetse mentransmisikan baik ‘nagana’ maupun penyakit tidur dengan menggigit manusia atau hewan yang terinfeksi, mengambil parasitnya, dan menginfeksi inang berikutnya.

Lalat Tsetse biasanya tidak dapat menginfeksi manusia sampai parasit telah tinggal di tubuhnya selama beberapa hari dan telah melewati lambung ke kelenjar ludahnya. Kemudian lalat ini akan menularkan parasit tersebut kepada siapapun yang digigitnya. Biasanya lalat ini menggigit manusia dan hewan lainnya pada siang hari. Mereka hidup di tepian danau dan sungai, dan inilah salah satu penyebab utama yang membuat banyak tempat di Afrika tak layak huni.

4. Kelabang
Serangga Berbisa
www.unikbaca.com

Invertebrata yang satu ini merupakan salah satu hewan yang sudah cukup terkenal di kalangan banyak orang sebab hewan ini memang memiliki bisa yang berbahaya. Kelabang adalah hewan metamerik yang memiliki sepasang kaki di setiap ruas tubuhnya. Hewan ini termasuk hewan yang berbisa, dan termasuk hewan nocturnal. Gigitan Kelabang mengandung sejumlah racun, namun secara umum efeknya tidak lebih berbahaya dari sengatan kalajengking maupun gigitan ular. Meski demikian, gigitan Kelabang dapat menimbulkan beberapa gejala seperti nyeri, kemerahan di tempat gigitan, pembengkakan di daerah gigitan,    pembengkakan dan rasa nyeri di nodus limfe sekitar daerah yang tergigit, gatal di sekitar area yang tergigit. Selain itu juga dapat terjadi beberapa gejala atau efek yang terjadi walau jarang seperti rasa baal/tebal di daerah gigitan, nyeri kepala,    nyeri dada, rasa berdebar-debar/palpitasi, kecemasan, mual atau muntah, reaksi alergi yang melibatkan seluruh organ tubuh seperti kesulitan bernafas, denyut nadi cepat, hingga pembengkakan di daerah tenggorokan.

5. Semut Api 24 Jam
 Serangga Berbisa 
www.youtube.com

Semut adalah salah satu jenis hewan yang bertubuh mungil dan hidup secara berkoloni atau berkelompok. Tapi tahukah bahwa ada semut yang berbahaya bila terkena gigitannya? Semut itu ialah semut api atau dalam bahasa Inggris disebut Fire Ant. Semut ini merupakan salah satu dari semut yang paling berbahaya di dunia. Semut ini mempunyai bisa yang memang tidak begitu berbahaya jika dibandingkan jenis hewan berbisa lainnya. Akan tetapi serangga kecil berwarna merah ini dapat memberikan efek sakit setelah digigit selama 24 jam. Oleh karena itu pula hewan ini disebut juga dengan semut 24 jam. Ada pula orang yang menyebut hewan ini dengan sebutan semut peluru.

Semut api ini umumnya ditemukan di daerah Nicaragua dan Paraguay, panjangnya dapat mencapai 25 mm dan mereka hidup di pepohonan. Rasa sakit yang dihasilkan dari 1 gigitan semut ini dapat berulang terus hingga 30 kali. Itulah yang disebut dengan gelombang rasa sakit yang terasa seperti terbakar dan berulang terus selama 24 jam. Rasa sakit yang dihasilkan dari semut ini disebabkan oleh neurotoxin yang disebut poneratoxina, yang merupakan bahan aktif dalam sebuah racun. Racun pada semut tersebut ditemukan pada awal tahun 90 an ketika seorang ilmuwan sedang mencari bahan alami yang digunakan untuk membuat pestisida. Racun tersebut ternyata dapat menghentikan impuls dari sistem saraf seekor serangga, sehingga serangga tersebut menjadi tak berdaya dan akhirnya akan mati.

Selain warna kulit yang berubah, efek gigitan dari semut api ini mempunyai akibat lainnya, yaitu demam selama tiga hari dan necrosis/darah membeku pada area yang terinfeksi oleh gigitan ini. Geajal-gejala lainnya yang terjadi di area yang terinfeksi adalah bengkak, berkeringat secara berlebihan, mual, dan juga meningkatnya suhu tubuh. Bahkan gigitan kedua dari semut ini dapat mengakibatkan anaphylactic shock pada korbannya. Meski memiliki tubuh yang relatif kecil, namun serangga yang satu ini mampu membuat manusia mengerang kesakitan.

Itulah informasi untuk 5 Jenis Serangga Berbisa di Dunia versi ALAM PEDIA. Pada umumnya serangga memang mempunyai beberapa kelebihan karena selain digunakan untuk bisa mendapatkan mangsa yang terkadang memiliki ukuran tubuh lebih besar dari mereka,
hal tersebut juga diperlukan sebagai bentuk pertahanan diri dari para pemangsanya. PADI WEB/Iqbal Fadillah/11-14.

~ Ditulis Oleh Tim Padi Web ~

Anda telah membaca sebuah artikel yang berjudul : Daftar 5 Jenis Serangga Berbisa di Dunia. Semoga artikel tersebut dapat bermanfaat untuk anda. Kami mohon maaf apabila konten yang anda baca memiliki suatu kecacatan ataupun salah dalam hal penulisan. Jika ada pertanyaan, kritik, maupun saran yang ingin disampaikan, silahkan anda hubungi kami dihalaman Kontak Kami, atau juga dengan menuliskannya di kotak komentar berikut.
"Terimakasih. (^_^)b"
https://alampedia.blogspot.com/2014/12/5-jenis-serangga-berbisa-di-dunia.html Review: Oleh: alampedia.blogspot.com Daftar 5 Jenis Serangga Berbisa di Dunia Pada: Padi Web Rating: 8.5 / 10
ALAM PEDIA -  Serangga merupakan salah satu spesies dari hewan invertebrata. Spesies ini memiliki banyak jenis hewan, seperti nyamuk, lalat, semut, lebah, kupu-kupu, ulat, kelabang dan lain-lain. Serangga pada umumnya adalah spesies hewan yang paling tidak disukai oleh banyak orang, meskipun beberapa diantaranya ada yang menyukai bahkan memeliharanya. Walaupun demikian, ada beberapa serangga yang memiliki peran penting dalam kehidupan seperti kupu-kupu yang membantu penyerbukan pada tanaman. Namun tahukah Anda bahwa ada beberapa jenis serangga yang sangat berbahaya karena memiliki bisa. Mungkin diantara kita jika berbicara bisa maka yang terlintas adalah hewan ular, akan tetapi ada beberapa jenis serangga yang ternyata juga sangat berbisa. Berikut ini akan dibahas tentang Daftar 5 Jenis Serangga Berbisa di Dunia versi ALAM PEDIA :

1. Ulat Lonomia Cartepillar
 Serangga Berbisa 
www.flickr.com

Ulat ini adalah spesies ngengat Saturniid dari Amerika Selatan. Ulat ini terkenal dengan bentuk larva dari ngengat dewasa, terutama karena mekanisme pertahanan ulat. Bagian yang paling berbahaya dari ulat ini terletak pada bulunya yang berbisa. Ulat ini telah ‘bertanggung jawab’ untuk beberapa kematian, terutama di Brazil selatan. Ulat ini juga bisa memberikan efek pendarahan termasuk pendarahan otak dan gagal ginjal atau mati karena Pendarahan yang besar.

Salah satu efek racun yang terjadi pada korban adalah sindroma pendarahan. Dengan menyentuh spesies ini saja sudah cukup untuk memulai perubahan inflamasi, diikuti dengan gejala sistemik seperti sakit kepala, demam, dan muntah. Setelah 24 jam, gangguan pendarahan hebat terjadi, kemudian menyebabkan pendarahan dan intracranial paru, dan gagal ginjal akut. Intinya, ulat ini merupakan jenis serangga paling berbisa di dunia. Namun kini racunnya juga menjadi subyek untuk banyak penelitian medis.


2. Lebah Pembunuh
 Serangga Berbisa 
lifeinthefastlane.com

Lebah ini juga sering disebut dengan Lebah Afrika. Lebah ini sejatinya adalah lebah madu yang merupakan jenis lebah hibrida yang dihasilkan dari perkawinan silang antara Lebah Afrika (Apis mellifera scutellata) dengan berbagai jenis lebah madu Eropa (seperti A. m. ligustica dan A. m. iberiensis). Lebah madu Afrikanisasi ini adalah jenis lebah penghasil madu yang paling produktif di antara jenis lebah madu lain.

lebah ini memperoleh gelarnya sebagai lebah pembunuh karena mereka sangat kejam dan akan menyerang manusia serta hewan yang tanpa sadar nyasar ke wilayah mereka, lebah ini memiliki ciri-ciri sifat mempertahankan wilayah yang sangat kuat, sehingga sering mengakibatkan cedera serius atau bahkan kematian. Lebah ini mudah sekali bereaksi terhadap gangguan, bahkan tidak perlu mengganggu sarang lebah ini untuk memulai terjadinya serangan, karena, lebah ini telah dikenal sering menanggapi dengan brutal terhadap kejadian yang kita anggap sebagai hal biasa, termasuk suara atau hanya berupa getaran dari kendaraan, peralatan dan pejalan kaki. Bahkan pernah terjadi kasus pada seorang kakek berusia 62 tahun asal Texas, meninggal setelah terkena serangan 40.000 lebah pembunuh.

Sebenarnya serangan racun lebah pembunuh tidaklah berbahaya, namun saat mereka diganggu, lebah Afrika ini cenderung mengejar sumber pengganggu tersebut dengan sangat konsisten dan dengan armada dalam jumlah yang besar.

3. Lalat Tsetse
 Serangga Berbisa 
www.beritasehat.net

Mungkin inilah salah satu penyebab mengapa hewan lalat harus di hindari dalam kehidupan sehari-hari. Lalat memang hewan yang menjadi sumber penyakit, hal ini disebabkan karena serangga ini merupakan jenis serangga yang jorok. Namun pernahkah anda mendengar ‘penyakit tidur’?. Penyakit tidur ini dapat disebarkan atau disebabkan oleh salah satu jenis lalat, yaitu Lalat Tsetse.  Lalat Tsetse adalah lalat yang berasal dari Afrika dan dikenal sebagai penyebar penyakit. Lalat ini membawa trypanosomes, yakni parasit hewan yang menyebabkan penyakit tidur pada manusia yang bisa berakibat fatal, serta ‘nagana’ atau penyakit mematikan pada ternak dan Kuda. Ada lebih dari 20 spesies Lalat Tsetse, beberapa darinya menyerang manusia.

Jika dilihat dari bentuk tubuhnya, Lalat Tsetse ini memang mirip dengan lalat rumahan yang sering dijumpai, akan  tetapi mereka tumbuh lebih besar dan sayapnya terlipat rata diatas punggungnya sehingga tidak tampak menonjol seperti sayap lalat rumahan. Kebanyakan Lalat Tsetse menghisap darah dari mamalia, tetapi beberapa jenis lainnya mengambil darah dari reptil dan burung. Seekor Lalat Tsetse mentransmisikan baik ‘nagana’ maupun penyakit tidur dengan menggigit manusia atau hewan yang terinfeksi, mengambil parasitnya, dan menginfeksi inang berikutnya.

Lalat Tsetse biasanya tidak dapat menginfeksi manusia sampai parasit telah tinggal di tubuhnya selama beberapa hari dan telah melewati lambung ke kelenjar ludahnya. Kemudian lalat ini akan menularkan parasit tersebut kepada siapapun yang digigitnya. Biasanya lalat ini menggigit manusia dan hewan lainnya pada siang hari. Mereka hidup di tepian danau dan sungai, dan inilah salah satu penyebab utama yang membuat banyak tempat di Afrika tak layak huni.

4. Kelabang
Serangga Berbisa
www.unikbaca.com

Invertebrata yang satu ini merupakan salah satu hewan yang sudah cukup terkenal di kalangan banyak orang sebab hewan ini memang memiliki bisa yang berbahaya. Kelabang adalah hewan metamerik yang memiliki sepasang kaki di setiap ruas tubuhnya. Hewan ini termasuk hewan yang berbisa, dan termasuk hewan nocturnal. Gigitan Kelabang mengandung sejumlah racun, namun secara umum efeknya tidak lebih berbahaya dari sengatan kalajengking maupun gigitan ular. Meski demikian, gigitan Kelabang dapat menimbulkan beberapa gejala seperti nyeri, kemerahan di tempat gigitan, pembengkakan di daerah gigitan,    pembengkakan dan rasa nyeri di nodus limfe sekitar daerah yang tergigit, gatal di sekitar area yang tergigit. Selain itu juga dapat terjadi beberapa gejala atau efek yang terjadi walau jarang seperti rasa baal/tebal di daerah gigitan, nyeri kepala,    nyeri dada, rasa berdebar-debar/palpitasi, kecemasan, mual atau muntah, reaksi alergi yang melibatkan seluruh organ tubuh seperti kesulitan bernafas, denyut nadi cepat, hingga pembengkakan di daerah tenggorokan.

5. Semut Api 24 Jam
 Serangga Berbisa 
www.youtube.com

Semut adalah salah satu jenis hewan yang bertubuh mungil dan hidup secara berkoloni atau berkelompok. Tapi tahukah bahwa ada semut yang berbahaya bila terkena gigitannya? Semut itu ialah semut api atau dalam bahasa Inggris disebut Fire Ant. Semut ini merupakan salah satu dari semut yang paling berbahaya di dunia. Semut ini mempunyai bisa yang memang tidak begitu berbahaya jika dibandingkan jenis hewan berbisa lainnya. Akan tetapi serangga kecil berwarna merah ini dapat memberikan efek sakit setelah digigit selama 24 jam. Oleh karena itu pula hewan ini disebut juga dengan semut 24 jam. Ada pula orang yang menyebut hewan ini dengan sebutan semut peluru.

Semut api ini umumnya ditemukan di daerah Nicaragua dan Paraguay, panjangnya dapat mencapai 25 mm dan mereka hidup di pepohonan. Rasa sakit yang dihasilkan dari 1 gigitan semut ini dapat berulang terus hingga 30 kali. Itulah yang disebut dengan gelombang rasa sakit yang terasa seperti terbakar dan berulang terus selama 24 jam. Rasa sakit yang dihasilkan dari semut ini disebabkan oleh neurotoxin yang disebut poneratoxina, yang merupakan bahan aktif dalam sebuah racun. Racun pada semut tersebut ditemukan pada awal tahun 90 an ketika seorang ilmuwan sedang mencari bahan alami yang digunakan untuk membuat pestisida. Racun tersebut ternyata dapat menghentikan impuls dari sistem saraf seekor serangga, sehingga serangga tersebut menjadi tak berdaya dan akhirnya akan mati.

Selain warna kulit yang berubah, efek gigitan dari semut api ini mempunyai akibat lainnya, yaitu demam selama tiga hari dan necrosis/darah membeku pada area yang terinfeksi oleh gigitan ini. Geajal-gejala lainnya yang terjadi di area yang terinfeksi adalah bengkak, berkeringat secara berlebihan, mual, dan juga meningkatnya suhu tubuh. Bahkan gigitan kedua dari semut ini dapat mengakibatkan anaphylactic shock pada korbannya. Meski memiliki tubuh yang relatif kecil, namun serangga yang satu ini mampu membuat manusia mengerang kesakitan.

Itulah informasi untuk 5 Jenis Serangga Berbisa di Dunia versi ALAM PEDIA. Pada umumnya serangga memang mempunyai beberapa kelebihan karena selain digunakan untuk bisa mendapatkan mangsa yang terkadang memiliki ukuran tubuh lebih besar dari mereka,
hal tersebut juga diperlukan sebagai bentuk pertahanan diri dari para pemangsanya. PADI WEB/Iqbal Fadillah/11-14.

0 Respon untuk "Daftar 5 Jenis Serangga Berbisa di Dunia"



Padi Web Alam Pedia Alam Pedia Blog merupakan sebuah situs yang berisi informasi-informasi mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan alam, seperti tempat pariwisata, seni-budaya, hewan, tumbuhan maupun rangkuman dari berbagai hal unik-menarik yang berasal dari alam di seluruh dunia. Edi Sucipto itps.mail.id@gmail.com Website Twitter
Edi Sucipto Ahmad Fatih itps.mail.id@gmail.com Indonesia Sumatera Utara Medan Helvetia 20123 Gang Jawa Lr. Pribadi No. 24 B Programmer dan IT SupportPadi Web / Padi Soft