Yuk Berkenalan Dengan Semut Pot Penyimpan Madu Yang Unik Ini


Semut Pot Penyimpan Madu Yang Unik Ini
ALAM PEDIA – Dalam berbagai jenis hewan yang ada di bumi ini, ada beberapa hewan yang tergolong ke dalam jenis hewan yang berguna bagi manusia dan ada pula yang dianggap sebagai musuh oleh manusia. Hewan-hewan tersebut sebenarnya memiliki peran dan fungsinya masing-masing yang mungkin bagi kita tidak bermanfaat tapi bagi makhluk hidup yang lain memiliki fungsi yang sangat dibutuhkan. Selain itu ada pula beberapa jenis hewan yang memiliki pola atau cara hidup yang berbeda dan menarik. Seperti hewan yang hidup secara berkoloni atau berkelompok. Hewan jenis ini selalu bersama-sama dengan sesama jenisnya dalam melakukan berbagai kegiatan terutama ialah dalam hal mencari makan. Salah satu hewan yang masuk dalam kategori ini adalah semut.

Semut sering dianggap oleh beberapa kalangan sebagai hewan yang sangat baik dalam kebersamaan. Oleh karena itu, ada yang mengatakan bahwa semut  selalu bersalaman dikala mereka berjalan saling berhadapan. Hal itu sering terlihat dari beberapa jenis semut yang berjalan beriringan dan selalu bertemu atau bersentuhan yang diibaratkan seperti bersalaman.

Semut bukanlah hewan yang asing untuk masyarakat khususnya di Indonesia, sebab ada peribahasa yang sangat dikenal yaitu “di mana ada gula, di situ ada semut”. Peribahasa ini timbul sebab semut memang diidentikkan sebagai hewan yang suka dengan sesuatu yang manis-manis, hal ini bisa terlihat jika ada makanan atau minuman yang manis terletak di tempat yang terbuka maka semut akan menghampiri makanan atau minuman yang manis tersebut. Namun ada pula jenis semut unik yang mampu menyimpan madu yakni semut madu (Honeypot Ants).

Semut madu atau dalam bahasa Inggris disebut Honeypot Ants, sejatinya adalah semut pekerja. Semut ini dapat ditemukan di Australia dan pada bagian Barat Daya dari Amerika Serikat. Beberapa spesies dari mereka dapat hidup di gurun yang sangat panas, sedang spesies lainnya hidup di hutan yang agak dingin namun masih sangat kering untuk sebagian besar tahunnya. Semut ini dikenal untuk dapat mengubah warna tubuhnya, dan beberapa warna yang umum ditemukan dari semut ini yaitu : hijau, merah, oranye, kuning, dan biru.

Semut madu ini adalah salah satu hewan yang paling unik dari 10.000 lebih spesies yang dikenal. Tidak seperti lebah, yang menyimpan madu di sarang, semut madu menyimpan nektar di dalam tubuh semut-semut pekerja yang gembul yang disebut replet. Koloni semut ini memanfaatkan ‘toples-toples madu’ yang hidup itu selama paceklik. Semut-semut ini sesungguhnya tidak membuat atau menghasilkan madu dari dirinya sendiri, namun mengumpulkan beberapa madu dari kutu biji (Coccidae) dan bunga. Metode semut mengumpulkan madu dari kutu biji ini sangat menarik, yaitu si semut mendekati kutu dan mulai mendorong perutnya. Kutu memberikan setetes buangan kepada semut. Semut mulai mendorong perut kutu lagi untuk mendapat madu lebih banyak, lalu menyedot cairan yang keluar. Zat ini sebenarnya tidak berkaitan dengan madu biasa. Akan tetapi, buangan pencernaan kutu ini adalah berasal dari getah tumbuhan yang mengandung gula dalam kadar yang tinggi.

Dalam mengumpulkan madu-madu tersebut mereka melakukan pembagian kerja yang hebat di antara para semut madu pada fase ini. Pembagian tersebut dilakukan dengan pembagian hasil, yaitu seperti sebagian semut digunakan sebagai “guci” untuk menampung nektar yang dikumpulkan para pekerja lain. Dalam setiap sarang terdapat satu ratu, para pekerja, dan juga para penampung madu. Para semut pekerja akan pulang kesarangnya dengan membawa nektar dan diberikan kepada semut yang bertugas menampung nektar, semut ini menyimpan nektar dengan tubuhnya yang akan digunakan anggota dari koloninya pada masa sulit atau pada saat datangnya musim kemarau panjang.

Koloni semut jenis ini biasanya terletak di dekat pohon ek kerdil, yang dapat diambil nektarnya oleh para pekerja. Pekerja menelan nektar itu dan membawanya ke sarang. Nektar itu lalu ia keluarkan dari mulutnya dan ia tuangkan ke mulut pekerja muda yang akan menampung madu ini. Pekerja muda ini, yang dinamai pot madu, menggunakan tubuh mereka sendiri untuk menyimpan makanan yang berupa cairan manis yang sering diperlukan koloni untuk melewati masa sulit di gurun pasir. Mereka diberi makanan hingga membengkak layaknya sebuah Anggur. Lalu mereka bergantungan di langit-langit ruangan seperti bola kuning, sampai mereka dipanggil untuk memuntahkan nektar itu guna diberikan kepada saudaranya yang sedang lapar.

Selagi menempel pada langit-langit, mereka mirip dengan kelompok Anggur kecil dan tembus cahaya. Jika mereka jatuh, para pekerja langsung mengembalikannya ke posisi semula. Madu dalam pot madu beratnya hampir 8 kali lipat dari berat si semut. Pada musim dingin atau musim kemarau, pekerja biasa mengunjungi pot madu untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari. Semut pekerja menempelkan mulutnya pada mulut si “pot”, yang mengeluarkan setetes madu dari tempat penyimpanannya dengan mengerutkan otot. Karena adanya madu pada semut ini, maka suku Aborigin sering memakan semut ini, sebab madu yang disimpan oleh semut ini rasanya manis. ALAM PEDIA/Iqbal Fadillah-Edi Sucipto/11-14. Foto dikutip dari: smg.photobucket.com

~ Ditulis Oleh Tim Padi Web ~

Anda telah membaca sebuah artikel yang berjudul : Yuk Berkenalan Dengan Semut Pot Penyimpan Madu Yang Unik Ini. Semoga artikel tersebut dapat bermanfaat untuk anda. Kami mohon maaf apabila konten yang anda baca memiliki suatu kecacatan ataupun salah dalam hal penulisan. Jika ada pertanyaan, kritik, maupun saran yang ingin disampaikan, silahkan anda hubungi kami dihalaman Kontak Kami, atau juga dengan menuliskannya di kotak komentar berikut.
"Terimakasih. (^_^)b"
https://alampedia.blogspot.com/2014/12/semut-madu-honey-pot-ant-semut-unik.html Review: Oleh: alampedia.blogspot.com Yuk Berkenalan Dengan Semut Pot Penyimpan Madu Yang Unik Ini Pada: Padi Web Rating: 8.5 / 10
Semut Pot Penyimpan Madu Yang Unik Ini
ALAM PEDIA – Dalam berbagai jenis hewan yang ada di bumi ini, ada beberapa hewan yang tergolong ke dalam jenis hewan yang berguna bagi manusia dan ada pula yang dianggap sebagai musuh oleh manusia. Hewan-hewan tersebut sebenarnya memiliki peran dan fungsinya masing-masing yang mungkin bagi kita tidak bermanfaat tapi bagi makhluk hidup yang lain memiliki fungsi yang sangat dibutuhkan. Selain itu ada pula beberapa jenis hewan yang memiliki pola atau cara hidup yang berbeda dan menarik. Seperti hewan yang hidup secara berkoloni atau berkelompok. Hewan jenis ini selalu bersama-sama dengan sesama jenisnya dalam melakukan berbagai kegiatan terutama ialah dalam hal mencari makan. Salah satu hewan yang masuk dalam kategori ini adalah semut.

Semut sering dianggap oleh beberapa kalangan sebagai hewan yang sangat baik dalam kebersamaan. Oleh karena itu, ada yang mengatakan bahwa semut  selalu bersalaman dikala mereka berjalan saling berhadapan. Hal itu sering terlihat dari beberapa jenis semut yang berjalan beriringan dan selalu bertemu atau bersentuhan yang diibaratkan seperti bersalaman.

Semut bukanlah hewan yang asing untuk masyarakat khususnya di Indonesia, sebab ada peribahasa yang sangat dikenal yaitu “di mana ada gula, di situ ada semut”. Peribahasa ini timbul sebab semut memang diidentikkan sebagai hewan yang suka dengan sesuatu yang manis-manis, hal ini bisa terlihat jika ada makanan atau minuman yang manis terletak di tempat yang terbuka maka semut akan menghampiri makanan atau minuman yang manis tersebut. Namun ada pula jenis semut unik yang mampu menyimpan madu yakni semut madu (Honeypot Ants).

Semut madu atau dalam bahasa Inggris disebut Honeypot Ants, sejatinya adalah semut pekerja. Semut ini dapat ditemukan di Australia dan pada bagian Barat Daya dari Amerika Serikat. Beberapa spesies dari mereka dapat hidup di gurun yang sangat panas, sedang spesies lainnya hidup di hutan yang agak dingin namun masih sangat kering untuk sebagian besar tahunnya. Semut ini dikenal untuk dapat mengubah warna tubuhnya, dan beberapa warna yang umum ditemukan dari semut ini yaitu : hijau, merah, oranye, kuning, dan biru.

Semut madu ini adalah salah satu hewan yang paling unik dari 10.000 lebih spesies yang dikenal. Tidak seperti lebah, yang menyimpan madu di sarang, semut madu menyimpan nektar di dalam tubuh semut-semut pekerja yang gembul yang disebut replet. Koloni semut ini memanfaatkan ‘toples-toples madu’ yang hidup itu selama paceklik. Semut-semut ini sesungguhnya tidak membuat atau menghasilkan madu dari dirinya sendiri, namun mengumpulkan beberapa madu dari kutu biji (Coccidae) dan bunga. Metode semut mengumpulkan madu dari kutu biji ini sangat menarik, yaitu si semut mendekati kutu dan mulai mendorong perutnya. Kutu memberikan setetes buangan kepada semut. Semut mulai mendorong perut kutu lagi untuk mendapat madu lebih banyak, lalu menyedot cairan yang keluar. Zat ini sebenarnya tidak berkaitan dengan madu biasa. Akan tetapi, buangan pencernaan kutu ini adalah berasal dari getah tumbuhan yang mengandung gula dalam kadar yang tinggi.

Dalam mengumpulkan madu-madu tersebut mereka melakukan pembagian kerja yang hebat di antara para semut madu pada fase ini. Pembagian tersebut dilakukan dengan pembagian hasil, yaitu seperti sebagian semut digunakan sebagai “guci” untuk menampung nektar yang dikumpulkan para pekerja lain. Dalam setiap sarang terdapat satu ratu, para pekerja, dan juga para penampung madu. Para semut pekerja akan pulang kesarangnya dengan membawa nektar dan diberikan kepada semut yang bertugas menampung nektar, semut ini menyimpan nektar dengan tubuhnya yang akan digunakan anggota dari koloninya pada masa sulit atau pada saat datangnya musim kemarau panjang.

Koloni semut jenis ini biasanya terletak di dekat pohon ek kerdil, yang dapat diambil nektarnya oleh para pekerja. Pekerja menelan nektar itu dan membawanya ke sarang. Nektar itu lalu ia keluarkan dari mulutnya dan ia tuangkan ke mulut pekerja muda yang akan menampung madu ini. Pekerja muda ini, yang dinamai pot madu, menggunakan tubuh mereka sendiri untuk menyimpan makanan yang berupa cairan manis yang sering diperlukan koloni untuk melewati masa sulit di gurun pasir. Mereka diberi makanan hingga membengkak layaknya sebuah Anggur. Lalu mereka bergantungan di langit-langit ruangan seperti bola kuning, sampai mereka dipanggil untuk memuntahkan nektar itu guna diberikan kepada saudaranya yang sedang lapar.

Selagi menempel pada langit-langit, mereka mirip dengan kelompok Anggur kecil dan tembus cahaya. Jika mereka jatuh, para pekerja langsung mengembalikannya ke posisi semula. Madu dalam pot madu beratnya hampir 8 kali lipat dari berat si semut. Pada musim dingin atau musim kemarau, pekerja biasa mengunjungi pot madu untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari. Semut pekerja menempelkan mulutnya pada mulut si “pot”, yang mengeluarkan setetes madu dari tempat penyimpanannya dengan mengerutkan otot. Karena adanya madu pada semut ini, maka suku Aborigin sering memakan semut ini, sebab madu yang disimpan oleh semut ini rasanya manis. ALAM PEDIA/Iqbal Fadillah-Edi Sucipto/11-14. Foto dikutip dari: smg.photobucket.com

0 Respon untuk "Yuk Berkenalan Dengan Semut Pot Penyimpan Madu Yang Unik Ini"



Padi Web Alam Pedia Alam Pedia Blog merupakan sebuah situs yang berisi informasi-informasi mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan alam, seperti tempat pariwisata, seni-budaya, hewan, tumbuhan maupun rangkuman dari berbagai hal unik-menarik yang berasal dari alam di seluruh dunia. Edi Sucipto itps.mail.id@gmail.com Website Twitter
Edi Sucipto Ahmad Fatih itps.mail.id@gmail.com Indonesia Sumatera Utara Medan Helvetia 20123 Gang Jawa Lr. Pribadi No. 24 B Programmer dan IT SupportPadi Web / Padi Soft